Darimu yang Menginginkan Kamu dan Aku Menjadi Kita

Seperti biasa, aku memulai hari-hari dengan ngobrol kesana kemari sembari sarapan bersama rekan-rekan kerjaku. Tentunya dengan comot sana sini untuk mencoba sarapan mereka juga. Kalau dipikir-pikir, tanpa aku membawa makanan untuk sarapanku sendiri, aku bisa kenyang dengan “penghasilan” dari comot-comot itu. Tapi berhubung masih jaim, semua rencana itu ku urungkan. Kasian juga kalau mereka jadi masih lapar karena makanannya aku yang makan. Ohohoho..

Selepas sarapan, aku segera kembali ke meja kerjaku. Suasana ruangan agak sepi. Sepertinya banyak yang cuti karena dekat dengan liburan yang “kejepit”. Guna mempersiapkan ketangguhan jiwa dan raga untuk mulai berjibaku dengan coding lagi, aku membuka browser dan mulai berselancar di dunia maya.

“Hai Aris,” sapa salah satu rekan kerjaku. Ia kemudian duduk di kursi sebelahku.

“Ya?” aku melepaskan headset yang sudah nyaman terpasang di telinga. “Kenapa kak?”

“Emm.. bentar. Aku siapain diri dulu,” ia nampak ragu dan bimbang.

“Oh emang kenapa? eeemmm.. tulis di keyboard aja sini di kompi aris kalo susah ngomongnya”.

“Emm.. Aris udah punya calon suami?”

“Belom,” jawabku. Continue reading “Darimu yang Menginginkan Kamu dan Aku Menjadi Kita”