Menjadi Hamba Kesayangan Allah

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Menjadi sesosok manusia yang dicintai dan disayangi tentu terasa menyenangkan. Apalagi jika yang menyangi adalah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Allah SWT. Dengan cinta dan kasihnya kita diberi nikmat yang tak terukur jumlahnya.

Di kantor tempat saya bekerja alhamdulillah diadakan kajian mengenai Islam secara rutin. Ada satu materi yang saya cukup senangi dan saya ingin berbagi dengan rekan-rekan. Materi ini disampaikan oleh Ustadzah Fathiyah.

Bersumber dari QS Al Furqan ayat 63 – 74, terdapat 12 point yang bisa kita lakukan agar menjadi hamba kesayangan Allah. Sebelumnya, mari kita lihat terlebih dulu ayat yang dimaksud.

وَعِبَادُ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلَّذِينَ يَمۡشُونَ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ هَوۡنً۬ا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلۡجَـٰهِلُونَ قَالُواْ سَلَـٰمً۬ا (٦٣) وَٱلَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمۡ سُجَّدً۬ا وَقِيَـٰمً۬ا (٦٤) وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱصۡرِفۡ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ‌ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا (٦٥) إِنَّهَا سَآءَتۡ مُسۡتَقَرًّ۬ا وَمُقَامً۬ا (٦٦) وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُواْ لَمۡ يُسۡرِفُواْ وَلَمۡ يَقۡتُرُواْ وَڪَانَ بَيۡنَ ذَٲلِكَ قَوَامً۬ا (٦٧) وَٱلَّذِينَ لَا يَدۡعُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ وَلَا يَقۡتُلُونَ ٱلنَّفۡسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ وَلَا يَزۡنُونَ‌ۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٲلِكَ يَلۡقَ أَثَامً۬ا (٦٨) يُضَـٰعَفۡ لَهُ ٱلۡعَذَابُ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ وَيَخۡلُدۡ فِيهِۦ مُهَانًا (٦٩) إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً۬ صَـٰلِحً۬ا فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِهِمۡ حَسَنَـٰتٍ۬‌ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورً۬ا رَّحِيمً۬ا (٧٠) وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَـٰلِحً۬ا فَإِنَّهُ ۥ يَتُوبُ إِلَى ٱللَّهِ مَتَابً۬ا (٧١) وَٱلَّذِينَ لَا يَشۡهَدُونَ ٱلزُّورَ وَإِذَا مَرُّواْ بِٱللَّغۡوِ مَرُّواْ ڪِرَامً۬ا (٧٢) وَٱلَّذِينَ إِذَا ذُڪِّرُواْ بِـَٔايَـٰتِ رَبِّهِمۡ لَمۡ يَخِرُّواْ عَلَيۡهَا صُمًّ۬ا وَعُمۡيَانً۬ا (٧٣) وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٲجِنَا وَذُرِّيَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٍ۬ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu [ialah] orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. (63) Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka [2]. (64) Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. (65) Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. (66) Dan orang-orang yang apabila membelanjakan [harta], mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak [pula] kikir, dan adalah [pembelanjaan itu] di tengah-tengah antara yang demikian. (67) Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhnya] kecuali dengan [alasan] yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat [pembalasan] dosa [nya], (68) [yakni] akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, (69) kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (70) Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. (71) Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan [orang-orang] yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui [saja] dengan menjaga kehormatan dirinya. (72) Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta. (73) Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati [kami], dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (74)”

Dari ayat tersebut kita dapatkan beberapa hal yang bisa kita ambil maknanya agar kita bisa menjadi hamba kesayangan Allah. Adapun uraiannya sebagai berikut.

  1. Tidak sombong
    Hanya Allah yang berhak memakai pakaian sombong. Kita sebagai hambanya diharamkan untuk memiliki sifat ini. Seberapapun dan apapun yang kita miliki sesungguhnya milik Allah semata dan akan kembali kepada-NYA.
  2. Tidak melayani orang-orang iseng
    Masih banyak diantara kita yang tanpa sadar masih menanggapi orang-orang iseng. Sebagai contoh, saya misalnya yang seorang wanita berjalan melewati segerombolan pria yang sedang nongkrong, kadang ada yang menyeletuk “piuwiitt.. assalamu’alaikum neng.. “. Sebaiknya tidak usah ditanggapi. Diamkan saja.
  3. Menghabiskan malamnya dengan bersujud dan berdoa
    Sudah bukan suatu rahasia diantara muslimin jikalau sepertiga malam terakhir adalah waktu yang baik untuk bermustajab kepada Allah SWT. Bangun di tengah malam untuk solat sunnah dan berzikir memang sulit. Tapi bukankah akan lebih sulit jika kita tidak disayang Allah? 🙂
  4. Sering berdoa untuk dihindarkan dari api neraka
    Saya yakin 90% dari rekan-rekan yang membaca artikel ini tahu mengenai doa yang biasa dikenal sebagai doa sapu jagat. Adapun doa yang indah itu yakni:
    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
    “Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.” (QS. al-Baqarah : 201).
  5. Menginfakkan hartanya tidak berlebihan namun juga tidak pelit
    Dalam menginfakkan harta sebaiknya tidak berlebihan hingga membuat diri sendiri kesulitan. Namun juga tidak pelit. Dan ketika melakukan sedekah ini, waspada terhadap sikap riya’ atau sombong karena harta yang saat ini kita pegang pada hakekatnya milik Allah SWT.
  6. Tidak syirik atau menduakan Allah
    Perilaku ini merupakan dosa besar yang benar-benar harus kita hindari. Dalam keseharian mungkin tanpa sadar kita telah melakukan perbuatan ini. Percaya terhadap ramalan zodiak atau ramalan lainnya merupakan salah satu contohnya.
  7. Tidak membunuh
    Membunuh merupakan dosa besar. Dalam hal ini, membunuh secara psikologis juga dilarang. Pembulian dan mengejek seseorang atas apa yang ia miliki tidak lah dibenarkan dalam Islam.
  8. Tidak berzina
    Berzina merupakan perbuatan yang mendapat dosa besar. Mendekati zina saja dilarang. Apalagi melakukannya bukan?
    Selain itu, kita juga perlu waspada atas khilaf diri kita sendiri agar tidak melakukan zina mata maupun zina hati.
    Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda:
    “Sesungguhnya Allah menetapkan jatah zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari: Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluan membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  9. Tidak memberikan kesaksian palsu
    Apabila seseorang bersumpah atas nama Allah dan kemudian ternyata ia ingkar, diwajibkan atas dirinya untuk membayar kafarat. Kafarat dapat dilakukan dengan 3 hari berpuasa atau memberikan 10 pakaian kepada fakir miskin.
  10. Tidak mengerjakan perbuatan yang tidak bermanfaat
    Dalam melaksanakan suatu perbuatan, biasakan untuk mempertimbangkan terlebih dulu baik dan buruk dari hasil perbuatan tersebut. Apabila perbuatan itu baik untuk akhirat, maka lakukan. Contohnya adalah mengerjakan solat dan puasa sunnah. Apabila perbuatan itu baik untuk dunia, maka lakukan. Contohnya yakni menimba ilmu. Apabila baik untuk dunia maupun akhirat, maka lakukan. Apakah contohnya? bekerja dengan niat ibadah dan dapat membantu keluarga.
  11. Ketika diberi peringatan, perintah, atau larangan dari Allah SWT, tidak berpura-pura buta maupun tuli
    Segera solat apabila mendengar adzan. Membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan. Tidak menjadi orang yang fasik.
  12. Banyak membaca doa “ROBBANA HAB LANA MIN AZWAJINA WA DZURRIYATINA QURROTA A’YUN, WAJ’ALNA LILMUTTAQINA IMAMAA.”
    Doa ini terdapat pada QS Al Furqan ayat 74.

Demikian beberapa point yang bisa sedikit saya jabarkan. Semoga bermanfaat dan menjadi pengingat untuk saya juga agar menjadi hamba Allah yang lebih baik. Kesempurnaan milik Allah SWT dan apabila terdapat kesalahan pada artikel ini maka murni atas kelalaian saya pribadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s