Mengenal Prosess di Balik Layar Transaksi Pembayaran (2)

Pada artikel sebelumnya, saya telah menceritakan mengenai contoh proses transaksi pembayaran yang normal. Pada artikel ini saya akan membahas mengenai transaksi pembayaran yang abnormal.

process2
Transaksi Pembayaran

Koneksi antara Bank Bohay dan XYZ memiliki kemungkinan untuk terputus. Atau bisa saja koneksi tidak terputus namun jaringannya memiliki kecepatan pengiriman data yang rendah sehingga memungkinkan response yang dikirim oleh XYZ kepada Bank Bohay menjadi tidak sampai karena time out. Hal lain yang mungkin terjadi dan dapat menyebabkan gangguan dalam proses transaksi adalah permasalahan pada proses yang berkaitan dengan database. Data penuh, waktu yang terlalu lama dalam akses data, atau koneksi ke database yang terputus merupakan contoh masalah yang dapat terjadi.

Biasanya sebuah switching dan biller (instansi XYZ) memiliki response code tertentu yang dikirim ke arah CA untuk memberitahukan keadaan message yang sebelumnya dikirim oleh CA (dalam hal ini Bank Bohay). Responce code yang digunakan tentunya telah disepakati oleh pihak-pihak yang terhubung. Sebagai studi kasus dalam hal ini, response code untuk transaksi message yang berhasil adalah “00”. Sedangkan untuk transaksi yang memiliki permasalahan memiliki nilai response code tidak sama dengan “00”.

Ketika response inquiry tidak diterima oleh mesin ATM Bank Bohay, atau mesin ATM Bank Bohay mendapatkan response selain “00”, user tidak akan dapat melanjutkan transaksi selanjutnya guna melakukan payment. User hanya dapat melanjutkan proses payment hanya jika mesin ATM Bank Bohay menerima response code “00” atas inquiry yang dikirim.

Setelah user memilih untuk melakukan pembayaran, CA akan mengirimkan request payment dan menunggu response payment. Ada beberapa kondisi yang dapat terjadi dalam proses ini:

  1. Koneksi switching ABCD dengan biller XYZ terputus atau koneksi CA dengan switching terputus.
  2. Biller XYZ tidak memberikan response.
  3. Biller XYZ lambat dalam memberikan response hingga terjadi timeout.
  4. Switching memberikan response BUKAN “00”.
  5. Biller memberikan response BUKAN “00”.
  6. dll.

Apabila CA tidak mendapatkan response payment dari biller, atau jika mendapatkan response namun dalam kondisi timeout, CA akan mengirimkan request reversal. Request reversal merupakan permintaan pembatalan transaksi payment yang terjadi sebelumnya. Tujuan pengiriman reversal ini agar pihak biller membatalkan pembayaran dan mengembalikan dana user jika transaksi pembayaran dinyatakan berhasil dari sisi biller.

Setiap transaksi yang berlangsung akan dicatat oleh pihak CA, switching, dan biller baik transaksi yang berhasil, maupun transaksi yang gagal. Catatan tersebut nantinya akan digunakan untuk banyak hal seperti perhitungan fee, perhitungan jumlah hak dan kewajiban untuk masing-masing institusi, dan lain sebagainya.  Proses pembandingan data antar institusi tersebut lebih dikenal dengan istilah rekonsiliasi. Jika hasil rekonsiliasi yang dikeluarkan oleh institusi perantara dianggap tidak benar, biller maupun CA dapat melakukan klaim atas transaksi tersebut.

Sebenarnya masih banyak proses lain yang terjadi dalam kegiatan payment yang biasa kita lakukan. Akan saya ulas di artikel mendatang.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s