Karena Allah Maha Penyayang dan Maha Mengetahui

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.(QS. Al Baqarah : 216)

Suatu hari di sebuah kota terdapat seorang pelukis dengan asistennya yang telah berhasil melukis pemandangan kota dari atap gedung yang sangat tinggi. Mereka terkagum-kagum oleh lukisan ciptaan mereka. Terlebih bagi sang pelukis. Ia terlihat paling bahagia dengan lukisannya.

Lalu, dengan sangat antusias sang pelukis mulai mencari sudut pandang terbaik untuk lukisannya. Ia melihat dari sisi kiri, lalu ke kanan, dan sedikit menyerong. Pelukis itu mencoba semua sisi untuk melihat lukisannya hingga tanpa sadar ia sudah berjalan ke sisi ujung gedung. nyaris terjatuh dalam jarak beberapa centimeter lagi.

Sang asisten menyadari jika sang pelukis sebentar lagi akan terperosok. Kemudian ia membuat sebuah keputusan untuk menyelamatkan nyawa sang pelukis. Ia sadar jikalau saat itu ia berteriak mengingatkan, kemungkinan besar sang pelukis akan terkejut dan kehilangan keseimbangan. Jadi, ia mengambil sebuah pisau dan kemudian merobek lukisan yang baru saja mereka buat.

Sang penulis menghentikan langkahnya. Kemudian menghampiri sang asisten dan mulai memarahinya. Dengan tenang, sang asisten menjelaskan jika ia tadi merobek lukisan tersebut demi menyelamatkan nyawa sang pelukis. Sang pelukis pun tersadar dan berterima kasih kepada asistennya. Kemudian mereka memutuskan untuk membuat lukisan baru sebagai pengganti lukisan yang telah robek.

Cerita di atas saya dapatkan dari novel berjudul “Sepasang Kaos Kaki Hitam”. Ada makna yang sangat baik dibalik cerita tersebut.

Mungkin saat ini secara sadar ataupun tidak sadar kita tengah berada dalam kesibukan memandangi dan membayangkan suatu hal yang sangat indah. Kita pun berdoa kepada Allah agar bayangan dalam pikiran kita menjadi nyata. Berkali-kali kita berusaha dan berdoa namun apa yang kita inginkan belum juga tercapai. Kita bahkan sering bertanya di dalam hati mengapa keinginan kita belum juga terwujud. Namun kadang kita lupa jikalau Allah Maha Penyayang dan Maha Mengetahui.

Dengan kasih sayangNYA, seperti sang asisten yang membantu sang pelukis, Allah membantu hambaNYA untuk melukis keindahan hidupnya. Dengan kebesaranNYA, seperti sang asisten yang ingin menyelamatkan sang pelukis dengan merusak lukisan yang telah selesai, Allah memberikan cobaan kepada hambaNYA untuk menyelamatkan hamba tersebut dari kejatuhan.

Allah sangat menyayangi hambaNYA karena Allah memang Maha Penyayang. Dengan caraNYA, Allah menyelamatkan kita dari hal-hal buruk yang mungkin akan kita alami jika kita lalai. Hal baik atau pun buruk akan selalu memiliki makna. Semua kembali kepada kita sebagai hambaNYA.. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s