Bagaimana Rasanya Menjadi Programmer?

“Mulai senin depan, lw jadi programmer ya”

MAK JEDYAARR..

Antara harus seneng atau mesti gundah gulana bingung. Saya yang notabennya BENCI programming, entah bagaimana kemudian mau untuk mendadak terjun menjadi programmer.

Deg-degan? Tentu.
Takut? pasti.. ๐Ÿ™‚

Saya sangat paham bahwa masih sangat banyak hal yang belum saya miliki untuk dapat menjadi seorang programmer yang handal. Jika dibandingkan dengan para senior, saya tentu jauh tertinggal. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba bukan?

Tepat di awal tahun 2013 saya meninggalkan posisi saya sebagai Software Quality Assurance dan beralih menjadi programmer anak bawang, alias percobaan. Dengan banyak bantuan dari para senior dan teman-teman saya yang sudah lebih dulu menekuni bidang programming ini, saya pun akhirnya diberikan mandat untuk menjadi programmer sungguhan 2 bulan kemudian.

Lalu, apakah segala kehidupan dalam pekerjaan saya berjalan mulus dan semudah itu?
tentu TIDAK.

Bagaimana rasanya setelah menjadi programmer sungguhan?
Jika Anda memang menyukai dunia programming, menjadi programmer adalah hal yang bisa membuat Anda bahagia tentunya. Sepertinya anak kecil yang mendapatkan mainan baru dan akan selalu baru. Dunia teknologi informasi akan terus berkembang bukan? ini akan membuat Anda akan terus merasa menemukan mainan baru karena banyak hal yang bisa Anda pelajari lebih lanjut.

Namun, jika Anda seperti saya yang masih belum tahu akan kemana Anda mengarahkan karir Anda, posisi ini patut untuk dicoba. Well.. harus saya katakan terlebih dulu bahwa dengan menjadi programmer, Anda akan menerima tekanan yang cukup kuat. Anda dituntut untuk bekerja dengan cepat dan tepat. Cepat dalam memahami sesuatu baik itu yang baru ataupun sudah Anda ketahui cukup lama. Tepat sasaran dalam tujuan pembuatan aplikasi atau sistem yang dibuat.

prg

Harus saya akui, saya telah meneteskan banyak bulir air mata karena tekanan-tekanan yang saya katakan sebelumnya. Tapi, mari coba kita lihat dari sisi lain yang sepertinya dapat menjadi sisi positif . Dengan tekanan yang diterima oleh seorang programmer, waktu anda untuk bergundah gulana akan sangat berkurang mengenai hal yang kurang penting (cinta misalnya? *ditimpuk galon*).

Programmer bukan lah posisi yang tepat bagi Anda yang benar-benar membenci programming (semua juga tahu *dilempar bangku*). Tapi jika Anda memiliki rasa penasaran yang cukup tinggi, bisa saja mencoba pekerjaan ini terlebih dulu.

Bisa karena dipaksa, itu mungkin. Tapi bahagia dalam dunia kerja, itu adalah pilihan Anda.

One thought on “Bagaimana Rasanya Menjadi Programmer?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s