Kala Mendung Tak Lagi Muram

Gemuruh suara petir memecahkan keheningan namun tak membantu menghilangkan kegusaran. Gundah gulana datang bersama dengan derasnya air yang turun dari langit sore ini. Memang benar sepertinya apa kata orang. Menjadi pribadi yang tangguh tidak lah mudah. Akan selalu ada rintangan yang membuat air mata bercucuran namun tertahan.

Mengapa nikmat hujan banyak yang tidak menginginkannya?

Mengapa air mata yang jatuh juga tidak banyak yang menginginkannya?

Bukan kah duka adalah salah satu nikmat yang diberikan Tuhan untuk disyukuri juga?

Terbayang oleh ku apabila aku tak pernah mengenal duka. Tak mengenal air mata. Tak mengenal luka dan derita. Aku tak akan pernah mensyukuri dan merasakan indahnya tawa. menganggap itu semua adalah hal biasa yang tak perlu ku rindukan. Dan akhirnya, hidup ku tak akan berwarna. Terasa datar dan biasa.

Mendung ini memang nampak muram. Mungkin akan menurunkan hujan. Mungkin juga tidak. Seperti suasana hati yang sedang dirundung duka. Mungkin akan membuatku meneteskan air mata. Mungkin juga tidak. Apapun yang akan terjadi nantinya, terima kasih Tuhan karena telah menghiasi hari-hari ku. Mengajariku indahnya duka. Nikmatnya tangis. Bahagianya gundah. Dan mendung ini pun terasa tak lagi muram seperti sedia kala.

2 thoughts on “Kala Mendung Tak Lagi Muram

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s